EDISI MINGGU PASKAH KE IV
MINGGU, 11 MEI 2025
KALENDER GEREJAWI: MINGGU PASKAH KE IV
PEMBACAAN ALKITAB: YOHANES 20:24-29
THEMA: KEBANGKITAN YESUS,
PENYEMBAHAN-PENYEMBAHAN BENAR
PENJELASAN TEKS
Bacaan ini bisa dibagi dalam 3 bagian:
Bagian pertama di ayat 24-25... berbicara tentang PERCAYA YANG RAGU.
Thomas tidak serta-merta percaya kepada informasi teman-temannya itu
sebelum dia sendiri melihat Yesus secara langsung, dan sebelum dia sendiri
melakukan tindakan untuk membuktikan bahwa yang dia lihat itu adalah benar
benar Yesus yang sudah bangkit. Karena itu Thomas berkata: Sebelum aku
melihat bekas paku di tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukan jariku
kelambung-Nya, aku tidak akan percaya. Thomas adalah seorang yang
berpandangan skeptis. Orang dengan sikap skeptic ini adalah orang yang terlalu
ragu dan tidak percaya kepada sesuatu, sampai ada bukti yang jelas. Skeptis
menekankan pentingnya verifikasi (adanya tindakan untuk membuktikan
kebenaran dari sesuatu), dan bukti empiris (melihat dan mengalami secara
langsung sebelum menerima sesuatu itu sebagai kebenaran. Thomas tahu bahwa
tangan Yesus berlubang karena dipaku di kayu salib, lambung Yesus ada bekas
tusuk dikayu salib, bahwa Yesus itu sudah mati dikayu salib, dan Thomas tahu
bahwa Yesus itu diberitakan sudah bangkit dari kematian-Nya. Thomas
Mesungguhnya sudah memiliki dasar iman... bahwa Yesus itu sudah mati dan
sudah bangkit. Namun Thomas bermasalah dalam Percaya kepada Yesus yang
sudah bangkit, berarti Thomas bermasalah dalam percaya kepada berita
Kebangkitan Yesus. Iman sudah ada, tapi Thomas merespons iman itu dengan
percaya yang ragu. Thomas itu orang skeptis, karena itu tidak bisa cepat percaya
kepada hal-hal yang tidak logis dan tidak rasional, karena itu Thomas masih ragu,
bahwa Yesus sudah menampakan diri kepada teman-temannya, sebelum dia
buktikan sendiri. Thomas dengan percaya yang ragu itu telah mencideral
kesehatian terhadap komunitas murid-murid itu, tapi juga kesehatian terhadap
kabar kebangkitan Yesus. Namun Yesus telah mendatangi Thomas dalam
penampakan-Nya untuk memperbaiki kondisi ini.
Ada sebuah kutipan artikel tentang ciri-ciri orang-orang skeptis.
Orang yang terlalu ragu (skeptic) adalah orang yang tidak percaya diri, tapi juga
sulit percaya orang lain, cenderung meragukan segala sesuatu, sehingga hanya
mau melihat yang negatif saja. Sulit menerima perubahan dan inovasi, karena
selalu meragukan manfaat dan efektivitas dari hal-hal baru. Orang skeptik adalah
orang yang terlalu banyak buang waktu untuk membuat analisa-analisa ragu
sehingga tidak tersisa waktu dan energi untuk tindakan produktif. Sikap Skeptis
ini dapat menghambat kolaborasi dan hubungan kesehatian komunitas. Sikap skeptik bisa sangat berguna jika diimbangi dengan keterbukaan pikiran
dan kemampuan untuk menilai secara objektif, namun jika digunakan seperti
Thomas, maka akan menghambat kesehatian komunitas.
Bagian dua diayat 26-28. tentang PERCAYA YANG MELIHAT, MENJADI
PERCAYA DAN MENGAKU.
Delapan hari setelah Thomas memperlihatkan keragu-raguannya itu, maka
Yesus hadir lagi ditengah-tengah murid-murid-Nya. Dengan salam yang tidak
berubah. maka Yesus menghampiri Thomas dan memperlihatkan bukti-bukti
dari kematian dan kebangkitan-Nya yaitu bukti-bukti yang diminta oleh Thomas.
Yesus berkata : taruhlah jarimu disini, dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah
tanganmu dan cucukanlah kedalam lambung-Ku. Yesus tahu bahwa Thomas
memiliki percaya atas dasar melihat, dan itu yang membuat Thomas menjadi
ragu terhadap berita kebangkitan Yesus. Karena itu Yesus menegur Thomas
dengan berkata: Jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah. Thomas tidak
diperkenankan lagi untuk menggunakan percaya atas dasar melihat itu, terkait
dengan Berita Kebangkitan Yesus. Ditegur demikian, Lalu Thomas berkata: Ya
Tuhanku dan Allahku. Dengan pengakuan ini maka percaya Thomas, telah
dibaharui darl percaya atas dasar melihat bukti menjadi percaya yang mengaku
pada kuasa dan kekuatan Tuhan Allah. Nasihat Yesus kepada Thomas ini adalah
petunjuk bahwa kebangkitan Kristus membutuhkan percaya yang mengaku,
bukan percaya yang melihat, percaya yang mengaku akan menjamin kesehatian
komunitas murid-murid itu untuk kelanjutan pemberitaan berita kebangkitan
Yesus. Gereja harus dibangun dengan percaya yang mengandalkan Kuasa dan
Kekuatan Allah. ketimbang dibangun dengan Percaya yang melihat bukti.
Kesehatian Gereja adalah fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan Spiritual
Umat, dan pelayanan Gereja yang efektif. Merawat kesehatian dengan
mengandalkan percaya pada kuasa dan kekuatan "Tuhanku dan Allahku", maka
kesehatian Gereja itu akan tercipta dalam kasih dan kebenaran dengan bukti
bukti yang akan ditunjukan oleh Yesus Kristus sendiri.
Bagian tiga di ayat 29... berbicara tentang: PERCAYA YANG BAHAGIA
Yesus menjelaskan kepada Thomas tentang percaya yang dibutuhkan untuk
penyebaran berita kebangkitan Yesus, yaitu percaya yang dibangun diatas dasar
iman. Percaya diatas dasar iman kepada Yesus Kristus, adalah percaya yang tidak
ragu. Percaya ini tidak berorientasi pada melihat, karena jika melihat menjadi
prioritas dalam percaya, maka ragu akan mendominasi percaya itu, namun jika
pengakuan kepada Yesus menjadi utama, maka Bahagia akan mendominasi percaya itu. Karena itu Yesus berkata kepada Thomas: Berbahagialah mereka
yang tidak melihat namun percaya. Kata-kata Yesus ini adalah tentang The Power
of Faith, kekuatan Iman. Thomas diberi pengajaran oleh Yesus bahwa: Thomas
harus lebih dahulu memiliki percaya yang penuh bahagia / sukacita terhadap
berita kebangkitan Yesus, barulah bisa fokus pada kelanjutan perjalanan berita
ini, untuk menyentuh dunia dan semua sasaran-sasarannya, supaya dunia
mengaku Yesus, dan merasakan kebahagiaan yang unik berada dalam kuasa
berita kebangkitan Yesus yang telah menyelamatkan dunia dari dosa.
.jpeg)
Komentar