EDISI MINGGU SENGSARA KE VI
MINGGU
6 APRIL 2025
KELENDER
GEREJAWI : MINGGU SENGSARA VI
PEMBACAAN
ALKITAB : MATIUS 26 : 57 – 68
TEMA
: MENGHADAPI KETIDAKADILAN
DENGAN
BIJAK
PENJELASAN
TEKS Ayat 57 – 60 :
(57) Yesus ditangkap dan di bawah menghadap Kayafas Imam besar. Yesus
MENGHADAPI kekerasan massal yaitu sidang yang merupakan hasil persekongkolan
yang dilakukan banyak orang dibawah pimpinan Sanhendrin (terdiri dari kaum
awam, Saduki dan Farisi) dan dianggap sebagai suatu kebenaran. (58) Petrus yang
menjadi saksi mata pengadilan, (59) licik dan culas perbuatan mereka untuk
menjerat Yesus dengan pasal hukuman mati berdasarkan hukuman Romawi mulai dari
kesaksian palsu atau saksi dusta (60) munculnya dua saksi yang mengangkat isu
bahwa Yesus akan merobohkan Bait 3 NOKEN Allah dan membangunnya kembali dalam
tiga hari (61); (Lih. Yoh 2:19) Upaya mencari kesaksian palsu oleh para
Imam-imam kepala, seluruh Mahkamah Agama, berbagai ketidakadilan dilakukan
terhadap. Walaupun mereka tidak menemukan kesalahan Yesus. 62 — 64 : (62 )
Sikap Yesus terhadap semua tuduhan palsu yang penuh rekayasa yaitu 'DIAM"
(63) Yesus memilih diam (bnd Yes 53 : 7) Yesus memilih diam karena Yesus tidak
mau memperdebatkan apa yang telah Allah tetapkan bagi Nya karena itullah jalan yang
dipilih untuk keselamatan manusia, karena Ia tahu itu, para mahkamah tahu
kebenaran dari semua kesaksian palsu yang ditudahkan kepada-Nya.(64) Tuduhan
yang salah Yesus diam namun untuk pertanyaan yang benar, Yesus membenarkan
siapa Dia "apakah Engkau Mesias Anak Allah?" jawab Yesus "Engkau
telah mengatakannya "Kayafas memahami apa yang Yesus maksudkan dan ia
menggunakan pernyataan Yesus sebagai penghujatan kepada Allah dan penistaan
agama. Bagi Imam besar (kayafas) dosa seperti itu tidak membutuhkan saksi dan dapat
segera eksekusi sebagi kriminal (bnd Im 24: 11,16) 65 – 68 (65 – 66) Yesus
dinyatakan bersalah oleh lembaga yang Tuhan berikan otoritas untuk memberikan
keputusan hukum. Keputusan yang tidak adil karena penuh persekongkolan dan
kepalsuan. Yesus yang tidak bersalah harus mati sebagai penjahat karena Dia
harus terhitung diantara penjahat yang menunjukkan bahwa Dia pemberontak yang
memikul hukuman kutuk karena Pemberontakan. (Bnd Yes 53:12) Ganjaran
pemberontakan ditimpahkan kepadaNya, supaya kebenaranNya diberikan kepada
pemberontak seperti kita (bnd. Yes 53 : 5) (67-68) Yesus diludahi, ditinju dan
dipukul banyak orang Ia tidak melawan dan tidak membela diri dengan semua
sindiran dan tuduhan dan hukuman yang diterima. PENERAPAN Perenungan di minggu
sengsara Tuhan Yesus ke VI : Yesus menghadapi ketidakadilan dengan bijak
Karena: 1. Bagi para Mahkamah dan Imam-lmam Kepala pengadilan yang penuh
kepalsuan dan hukuman mati bagi Yesus adalah cara mereka menggenapkan rencana
mereka mematikan orang yang merebut pengaruh mereka atas rakyat banyak tapi
bagi Yesus inilah saat Dia menyatakan kasih dan pengampunan Bapa bagi umat
pilihan-Nya dengan cara mengorbankan diri-Nya. Bagi Imam lmam Kepala inilah
saatnya mereka mengamankan posisi kekuasaan agama 4 NOKEN mereka dengan
mengorbankan saingan terbesar dengan Yesus diadili dengan tidak adil tapi bagi
Yesus inilah saat-Nya Ia menggenapkan rencana Bapa untuk mati bagi orang
berdosa (bnd I Pet 2:22-25). Aplikasi dengan konteks lembaga pemerintah, agama,
adat, masyarakat kini yang untuk suatu kepentingan merugikan, menghancurkan
orang lain apalagi orang yang dianggap saingannya. Lembaga pengadilan yang
tidak bertindak adil dalam menyelesaikan perkara. Kebenaran diputar balikan,
kekuasaan dimenangkan atas nama kebenaran. Yang kuat menang dan yang lemah
tersisih atau kalah. 2. Orang Kristen dengan berbagai peran harus bersikap
untuk terus menegakkan kebenaran dan keadilan dan keberpihakan kepada orang
lemah sekalipun taruhan adalah posisi dan kekuasaannya karena percaya Tuhan yang
hidup hakim yang adil kelak mengadili dengan adil dan benar. 3. Orang Kristen
ditengah ancaman dan kesukaran hidup sikap "Diam" "Tenang"
adalah cara mencari kebenaran Tuhan untuk bijak mengatasi dan keluar dari
setiap problema kehidupan.

Komentar